Senin, 27 Oktober 2014

Tulisan part II-Psikologi Manajemen

"KAMI TIDAK BERSEMANGAT UNTUK BEKERJA RAJIN”

Di suatu Sekolah Menengah Pertama yang berada di Kota Pasundan kepala sekolah asal Jakarte telah mengeluhkan kepada temannya mengenai bebannya yang berat dalam memimpin sekolah. Pasalnya ia kurang didukung oleh personil sekolah dalam berbagai tindakan untuk mencapai visi sekolah. Ia menuturkan bahwasanya apa yang telah ia pelajari di Cambride University Australia telah ia praktekkan sebagaimana didapatkan semasa kuliah dulu ketika mengambil S2 di program studi Administrasi Publik, namun para personil sekolah tidak bekerja sebagaimana ia harapkan, bahkan ia diacuhkan dan dikucilkan karena dianggap sombong oleh personil sekolah lainnya yang mayoritas berasal dari Kota Pasundan ini.

Setelah diidentifikasi secara langsung apa yang terjadi kepada para personil sekolah melalui wawancara langsung, para personil sekolah mengungkapkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah tidak cocok dengan gaya kerja kami sebagai orang pasundan. Dia terlalu demokratis dan begitu bebas. Padahal kami begitu bingung dengan apa yang harus kami lakukan jika kepala sekolah meminta kami untuk melakukan sesuatu dan segala sesuatunya diserahkan kepada kami. Kami merasa tidak tahu apa keinginan kepala sekolah dan apabila kami ada kesalahan, kepala sekolah begitu bebas memberikan koreksi dan teguran tanpa memandang apapun dan dimanapun. Akhirnya kami bekerja seadanya saja dan tidak bersemangat untuk bekerja rajin atau lebih rajin. Setelah mendapatkan informasi dari kepala sekolah dan personil sekolah di atas, Anda diminta oleh kepala sekolah untuk memecahkan persoalan tersebut.

Kesimpulan:

Jadi permasalahan yang terjadi pada Kepala sekolah adalah kecenderungan bergaya otoriter. Ketika gaya kepemimpinan yang otoriter, maka akan berdampak pada ke-apatisan personil sekolah. Apabila personil sekolah bertindak apatis, maka kinerja personil sekolah, motivasi dan kesempatan akan rendah. Karena apa yang dilakukan oleh personil sekolah tidak akan berpengaruh bagi Kepala sekolah dalam membuat suatu kebijakan.
Dilihat dari sisi positifnya, Kepala sekolah berusaha untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat saat kuliah S2 di Cambride University Australia program studi Administrasi Publik. Namun apabila dilihat dari dampak yang terjadi ketika pengaplikasian antara ilmu dengan keadaan sekolah dengan gaya kepemimpinan yang otoriter  maka akan tercipta iklim organisasi yang buruk. Untuk mengatasi hal tersebut maka hendaknya Kepala sekolah harus menciptakan komunikasi dua arah sehingga tidak akan terjadi salah persepsi antara tujuan yang hendak dicapai Kepala Sekolah dengan personil sekolah sebagai bawahan.

Kamis, 23 Oktober 2014

Tugas Pertemuan Kedua-Psikologi Manajemen

Pengorganisasian Struktur Manajemen

A.    Definisi Pengorganisasian
Pengorganisasian (organizing) merupakan peruses penyusunan anggota dalam bentuk struktur organisasi untuk mecapai tujuan organisasi  dengan sumber daya yang di miliki dan lingkungan  yang melingkupinya baik intern maupun eksternal.

B.     Pengorganisasian Sebagai Fungsi Manajemen

-         Struktur Formal:
Struktur Formal ialah suatu organisasi yang memiliki struktur yang jelas, pembagian tugas yang jelas, serta tujuan yang ditetapkan secara jelas. Atau organisasi yang memiliki struktur (bagan yang menggambarkan hubungan-hubungan kerja, kekuasaan, wewenang dan tanggung jawab antara pejabat dalam suatu organisasi). Atau organisasi yang dengan sengaja direncanakan dan strukturnya secara jelas disusun. Organisasi formal harus memiliki tujuan atau sasaran.

 Struktur Informal:
Struktur Informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.


Actuating dalam manajemen

A.    Definisi Actuating
Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manejerial dan usaha usaha organisasi. Artinya menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan dikehendaki secara efektif.

B.     Pentingnya Actuating
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan, dapat mempengaruhi orang-orang agar bersedia menjadi pengikut, menaklukan daya tolak seseorang dan membuat orang dapat mengerjakan tugasnya dengan baik dan mandiri.


C.     Prinsip Actuating
1. Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
2. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
3. Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
4. Menghargai hasil yang baik dan sempurna
5. Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
6. Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
7. Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya


Mengendalikan Fungsi Manajemen

A.    Definisi Controlling

Controlling atau pengendalian ialah satu diantara beberapa fungsi manajemen berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan tujuan yang telah digariskan semula. Bila ditinjau dari proses, maka proses itu adalah proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan bisa berjalan sesuai target yang diharapkan.
B.     Langkah-langkah dalam controll

1.  Menetapkan standar dan Metode Mengukur Prestasi Kerja
Standar yang dimaksud adalah criteria yang sederhana untuk prestasi kerja, yakni titik-titik yang terpilih didalam seluruh program perencanaan untuk mengukur prestasi kerja tersebut guna memberikan tanda kepada manajer tentang perkembangan yang terjadi dalam perusahaan itu tanpa perlu mengawasi setiap langkah untuk proses pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan.
2.  Melakukan Pengukuran Prestasi Kerja
Pengukuran prestasi kerja idealnya dilaksanakan atas dasar pandangan kedepan, sehingga penyimpangan-pennyimpangan yang mungkin terjadi ari standar dapat diketahui lebih dahulu.
3.  Menganalisis Apakah Prestasi Kerja Sesuai dengan Standar
Yaitu dengan membandingkan hasil pengukuran dengan target atau standar yang telah ditetapkan. Bila prestasi sesuai dengan standar manajer akan menilai bahwa segala sesuatunya beada dalam kendali.
4.  Mengambil Tindakan Korektif
Proses pengawasan tidak lengkap bila tidak diambil tindakan untuk membetulkan penyimpangan yang terjadi. Apabila prestasi kerja diukur dalam standar, maka pembetulan penyimpangan yang terjadi dapat dipercepat, karena manajer sudah mengetahui dengan tepat, terhadap bagian mana dari pelaksanaan tugas oleh individu atau kelompok kerja, tindakan koreksi itu harus dikenakan.

C.     Kontrol sebagai fungsi manajemen

1.      Meningkatkan akuntabilitas
2.      Merangsang kepatuhan pada kebijakan, rencana, prosedur, dan ketentuan yang berlaku
3.      Melindungi aset organisasi
4.      Pencapaian kegiatan yang ekonomis dan efisien

Motivasi

A.    Definisi Motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.

B.     Definisi Motivasi Kerja

Menurut Moch As’ad (1999: 46) bekerja mengandung arti
melaksanakan suatu tugas yang diakhiri dengan buah karya yang dapat
dinikmati oleh manusia yang bersangkutan. Faktor pendorong penting yang menyebabkan manusia bekerja, adalah adanya kebutuhan yang harus
dipenuhi. Aktifitas dalam kerja mengandung unsur suatu kegiatan sosial,
menghasilkan sesuatu, dan pada akhirnya bertujuan untuk memenuhi
kebutuhannya. Namun demikian dibalik dari tujuan yang tidak langsung
tersebut orang bekerja juga untuk mendapatkan imbalan, upah atau gaji dari
hasil kerjanya. Jadi pada hakekatnya orang bekerja, tidak saja untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya tapi juga untuk mencapai taraf
hidup yang lebih baik.

C.     Teori-teori Motivasi

Teori kebutuhan McClelland dikembangkan oleh David McClelland dan teman-temannya. Teori kebutuhan McClelland berfokus pada tiga kebutuhan yang didefinisikan sebagai berikut
-kebutuhan berprestasi: dorongan untuk melebihi, mencapai standar-standar, berusaha keras untuk berhasil.
-kebutuhan berkuasa: kebutuhan untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.
kebutuhan berafiliasi: keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab.

Kepuasaan Kerja

A.    Definisi Kepuasan Kerja

Wexley dan Yukl : mengartikan kepuasan kerja sebagai “the way an employee feels about his or her job”. Artinya bahwa kepuasan kerja adalah cara pegawai merasakan dirinya atau pekerjaannya. dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan yang menyokong atau tidak menyokong dalam diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaan maupun kondisi dirinya. Perasaan yang berhubungan dengan pekerjaan melibatkan aspek-aspek seperti upaya, kesempatan pengembangan karier, hubungan dengan pegawai lain, penempatan kerja, dan struktur organisasi. Sementara itu, perasaan yang berhubungan dengan dirinya antara lain berupa umur, kondisi kesehatan, kemampuan dan pendidikan.

B.     Aspek-Aspek Kepuasan Kerja
Kerja yang secara mental menantang,Kebanyakan Karyawan menyukai pekerjaan-pekerjaan yang memberi mereka kesempatan untuk menggunakan keterampilan dan kemampuan mereka dan menawarkan tugas, kebebasan dan umpan balik mengenai betapa baik mereka mengerjakan.
Ganjaran yang pantas, Para karyawan menginginkan sistem upah dan kebijakan promosi yang mereka persepsikan sebagai adil,dan segaris dengan pengharapan mereka. Pemberian upah yang baik didasarkan pada tuntutan pekerjaan, tingkat keterampilan individu, dan standar pengupahan komunitas, kemungkinan besar akan dihasilkan kepuasan.
Kondisi kerja yang mendukung,Karyawan peduli akan lingkungan kerja baik untuk kenyamanan pribadi maupun untuk memudahkan mengerjakan tugas. Studi-studi memperagakan bahwa karyawan lebih menyukai keadaan sekitar fisik yang tidak berbahaya atau merepotkan. Temperatur (suhu), cahaya, kebisingan, dan faktor lingkungan lain seharusnya tidak esktrem (terlalu banyak atau sedikit).
Rekan kerja yang mendukung, Orang-orang mendapatkan lebih daripada sekedar uang atau prestasi yang berwujud dari dalam kerja. Bagi kebanyakan karyawan, kerja juga mengisi kebutuhan akan sosial. Oleh karena itu bila mempunyai rekan sekerja yang ramah dan menyenagkan dapat menciptakan kepuasan kerja yang meningkat. Tetapi Perilaku atasan juga merupakan determinan utama dari kepuasan.
Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan, Pada hakikatnya orang yang tipe kepribadiannya kongruen (sama dan sebangun) dengan pekerjaan yang mereka pilih seharusnya mendapatkan bahwa mereka mempunyai bakat dan kemampuan yang tepat untuk memenuhi tuntutan dari pekerjaan mereka. Dengan demikian akan lebih besar kemungkinan untuk berhasil pada pekerjaan tersebut, dan karena sukses ini, mempunyai kebolehjadian yang lebih besar untuk mencapai kepuasan yang tinggi dari dalam kerja mereka.
C.     Faktor Penentu Kepuasaan Kerja
(Levi,2002) lima aspek yang terdapat dalam kepuasan kerja, yaitu
1.   Pekerjaan itu sendiri (Work It self),Setiap pekerjaan memerlukan suatu keterampilan tertentu sesuai dengan bidang nya masing-masing. Sukar tidaknya suatu pekerjaan serta perasaan seseorang bahwa keahliannya dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan tersebut, akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan kerja.
2.   Atasan(Supervision), atasan yang baik berarti mau menghargai pekerjaan bawahannya. Bagi bawahan, atasan bisa dianggap sebagai figur ayah/ibu/teman dan sekaligus atasannya.
3.   Teman sekerja (Workers), Merupakan faktor yang berhubungan dengan hubungan antara pegawai dengan atasannya dan dengan pegawai lain, baik yang sama maupun yang berbeda jenis pekerjaannya.
4.   Promosi(Promotion),Merupakan faktor yang berhubungan dengan ada tidaknya kesempatan untuk memperoleh peningkatan karier selama bekerja.
5.   Gaji/Upah(Pay), Merupakan faktor pemenuhan kebutuhan hidup pegawai yang dianggap layak atau tidak.




Sumber :
Ramli, Rusli & Warsidi, 2005Adi, Pengantar Manajemen. Penerbit UT Motivasi dan pemotivasian dalam manajemen, Winardi, SE, Prof,Dr, RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2002.
Stoner, James A.F., et al., Management, 6th Ed., Prentice Hall Inc, Englewood Cliffs, 1995

Sabtu, 11 Oktober 2014

Psikologi Manajemen-Tulisan Part 1

KASUS PSSI

konfliknya PSSI yang sudah lama terjadi dan belum juga ada penyelesaian yang pasti hingga sekarang. Hal ini disebabkan oleh kurang becusnya ketua PSSI tersebut dalam mengelola organisasi tersebut. Padahal PSSI merupakan organisasi besar yang bernaung langsung di bawah pimpinan Indonesia dan organisasi sepak bola dunia yaitu FIFA (Federation International Football Asosiation). Akan tetapi organisasi ini tidak menunjukkan kinerja yang baik di mata masyarakat Indonesia sendiri bahkan di mata dunia.
Hal utama yang menyebabkan organisasi ini gagal di karena kan oleh pemimpin PSSI yaitu Nurdin Khalid yang telah gagal memimpin dan mengelola organisasi ini. Sudah banyak kasus yang di alami ketua PSSI ini, yang paling utama adalah kasus korupsi yang telah ia lakukan terhadap dana-dana yang harus nya di alokasikan untuk kemajuan sepak bola Indonesia, tetapi malah di masukkan ke dalam rekening pribadi nya, dan itu sebagai bukti dia pernah di nyatakan sebagai terpidana atas kasus korupsi dalam PSSI. Dan akibat dari itu, FIFA melayangkan surat penurunan kepada Nurdin Khalid untuk meninggalkan kursi singgasananya sebagai ketua PSSI, akan tetapi Nurdin Khalid malah menutupi surat yang di layangkan FIFA itu dari publik.
Solusi yang telah di lakukan organisasi
Ketua umum PSSI akhirnya mengumumkan mengundurkan diri dari jabatan telah di diemban dalam suka maupun duka, dalam kebebasan maupun dalam kekurungan. Setelah Nurdin Khalid meninggalkan jabatan nya, kisruh PSSI tidak selesai sampai disitu saja. PSSI perlu kurang lebih 5-7 kali pemilihan ulang ketua umum PSSI. Namun pada akhirnya, Johar Arifin pun menempati posisi yang telah di tinggalkan Nurdin Khalid organisasi PSSI.
Kondisi organisasi saat ini
Kondisi PSSI saat ini bisa di ibaratkan seperti "Kecoa yang sedang terbalik". PSSI di bawah komando Johar Arifin berusaha melanjutkan revolusi atau perubahan pada sepak bola Indonesia, tapi apalah daya situasi yang terjadi seakan-akan berjalan di tempat. Liga Pimer Indonesia (LPI) yang di usung Johar Arifin kurang mendapat respon positif dari beberapa klub papan atas di Indonesia. Sepertinya klub-klub tersebut lebih senang dengan konsep Liga Super Indonesia (LSI) yang diusung pengurus PSSI yang lama.
Berbagai langkah di buat PSSI sekarang untuk menganggapi masalah dualisme kompetisi ini. Mulai dari memberi peringatan bagi pemain yang berlaga di Liga Super Indonesia (LSI) tidak akan mendapatkan kesempatan membela Tim Nasional Indonesia.
Menurut saya
Kasus ini merupakan kasus yang sulit karena konflik terjadi di pemimpin. Seorang pemimpin tidak bisa menjalankan amanat nya dengan baik dan benar sehingga kehilangan kepercayaan dari bawahan nya dan dari masyarakat.
Jika saya berada di posisi pemimpin dan bawahan saya ingin saya mundur karena kepemimpinan saya kurang, saya akan menguatkan hati, menerima untuk mengundurkan diri demi membangkitkan kepercayaan seluruh anggota
Jika saya berada di posisi anggota, saya harus mempunyai insiatif dan berperan aktif untuk menyadarkan atau paling tidak mempengaruhi pemimpin saya. Akan lebih baik jika saya menjadi tangan kanan pemimpin saya dengan syarat tidak memberi pengaruh buruk pada pemimpin saya.
Jika tetap tidak berhasil, mungkin saya akan menghubungi lembaga yang berwewenang untuk membicarakan masalah yang terjadi.
Alangkah lebih baik jika kita memilih pemimpin yang baik sebelum terpilihnya pemimpin. Calon pemimpin harus memiliki kualifikasi untuk memimpin perusahaan/organisasi tersebut, bukan kasus terpidana seperti kasus di atas. Konflik tersebut saat ini mungkin berakhir dengan tergantinya pemimpin PSSI yang baru yaitu Johar Arifin, namun muncul lagi masalah baru yang harus di selesaikan Johar Arifin. Ini adalah hal yang lumrah yang harus di hadapi sang pemimpin.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Psikologi Manajemen

Tugas Pertemuan 1.
I.
1. Apa itu Manajemen?
2. Sebutkan Jenis Manajemen
3. Apa itu Psikologi Manajemen?
4. Tujuan Psikologi Manajemen

Jawab: 

1. Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan, yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Oleh karena itu manajemen digunakan di semua organisasi dalam rangka mencapai tujuannya, baik organisasi profit (perusahaan /organisasi bisnis) maupun organisasi non-profit (pemerintahan, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan); di semua sektor : perbankan, manufaktur, pertambangan, perdagangan, kesehatan, pariwisata, dll; yang ukurannya kecil, menengah maupun besar. Oleh karena sifatnya yang sangat universal, maka banyak orang merasa perlu mempelajari manajemen.

2. Jenis Manajemen :
    a. Manajemen Sumber Daya Manusia
    b. Manajemen Pemasaran
    c. Manajemen Produksi
    d. Manajemen Keuangan
    e. Manajemen Informasi
    f.  Manajemen Strategi
    g. Manajemen Operasi

3. Psikologi Manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.

4. Tujuan Psikologi Manajemen :
     Untuk mendapatkan pemecahan bagi masalah-masalah yang penting berkenaan dengan      penggunaan tenaga manusia di dalam proses manajemen.
       Agar dunia manajemen mampu menggunakan prosedur-prosedur yang lebih tepat untuk
     menyelesaikan masalah masalah human.

II.

1. Apa itu Kepemimpinan?
2. Teori Kepemimpinan

Jawab : 

1. Kepemimpinan adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota
    dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan

2. Teori Kepemimpinan 
   
  a. Teori orang-orang terkemuka Bernard, Bingham, Tead dan Kilbourne menerangkan kepemimpinan berkenaan dengan sifat-sifat dasar kepribadian dan karakter. 

   b. Teori lingkungan Mumtord, menyatakan bahwa pemimpin muncul oleh kemampuan dan  keterampilan yang memungkinkan dia memecahkan masalah sosial dalam keadaan  tertekan, perubahan dan adaptasi. Sedangkan Murphy, menyatakan kepemimpinan      tidak terletak dalam darir individu melainkan merupakan fungsi dari suatu peristiwa. 
   
  c. Teori personal situasional Case (1933) menyatakan bahwa kepemimpinan dihasilkan  dari rangkaian tiga faktor, yaitu sifat kepribadian pemimpin, sifat dasar kelompok dan    anggotanya serta peristiwa yang diharapkan kepada kelompok. 

   d. Teori interaksi harapan Homan (1950) menyatakan semakin tinggi kedudukan individu  dalam kelompok maka aktivitasnya semakin meluas dan semakin banyak anggota        kelompok yang berhasil diajak berinteraksi. 
    
   e. Teori humanistik Likert (1961) menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan proses  yang saling berhubungan dimana seseorang pemimpin harus memperhitungkan      harapan-harapan, nilai-nilai dan keterampilan individual dari mereka yang terlibat      dalam interaksi yang berlangsung. 

   f. Teori pertukaran Blau (1964) menyatakan pengangkatan seseorang anggota untuk       menempati status yang cukup tinggi merupakan manfaat yang besar bagi dirinya. Pemimpin  cenderung akan kehilangan kekuasaaanya bila para anggota tidak lagi sepenuh hati melaksanakan segala kewajibannya. 

III.

1. Pengertian Perencanaan
2. Manfaat Perencanaan
3. Jenis Perencanaan dalam Organisasi

Jawab :

1. Perencanaan adalah proses penentuan tujuan organisasi (perusahaan) dan kemudian menyajikan (mengartikulasikan) dengan jelas strategi-strategi (program), taktik-taktik (tata cara pelaksanaan program) dan operasi (tindakan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh.

2. Manfaat Perencanaan : 
   a. Dengan adanya perencanaan, maka pelaksanaan kegiatan dapat diusahakan   dengan efektif dan efisien. 
  b.Dapat mengatakan bahwa tujuan yang telah ditetapkan tersebut, dapat dicapai dan dapat dilakukan koreksi atas penyimpangan-penyimpangan yang timbul seawal mungkin. 
   c. Dapat mengidentifikasi hambatan-hambatan yang timbul dengan mengatasi hambatan dan ancaman. 
   d. Dapat menghindari adanya kegiatan pertumbuhan dan perubahan yang tidak terarah dan terkontrol.

3. Jenis Perencanaan dalam Organisasi
    a. Misi atau Maksud (Mission or Purpose) menggambarkan peranan atau maksud
        keberadaan suatu organisasi pada masyarakat tertentu
    b. Tujuan merupakan titik akhir dimana aktifitas organisasi yang di arahkan. strategi
        merupakan rencana umum atau pokok untuk mencapai tujuan organisasi.
    c. Kebijakan merupakan pernyataan atau pemahaman umum yang membantu mengarah
        kan pengambilan keputusan (khususnya cara berpikirnya)
    d. Prosedur merupakan serangkaian aktifitas atau tindakan yang lebih mengarahkan
        tindakan (bukan cara berpikir)
    e. Aturan merupakan rencana yang di pilih dari beberapa alternatif untuk di lakukan atau
        tidak di lakukan
    f.  Program merupakan jaringan kompleks yang terdiri dari tujuan, kebijakan, prosedur, 
        aturan, penugasan, langkah yang harus di lakukan, alokasi sumber daya dan elemen
        lainnya, berdasarkan alternatif tindakan yang dipilih.
    g. Anggaran merupakan rencana yang di nyatakan dalam angka


Sumber ;